Tasyakurankader dan alumni HMI DIY atas penganugerahan gelar pahlawan nasional Lafran Pane (Harminanto) YOGYA, Prof Lafran Pane Guru Besar Ketatanegaraan yang juga salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMi) menjadi salah satu nama yang bakal diberikan gelar sebagai pahlawan nasional 9 November 2017 oleh Presiden Joko Widodo. LafranPane From Wikipedia, the free encyclopedia Professor Lafran Pane (5 February 1922 - 25 January 1991) was an Indonesian academician who is best remembered for establishing the Muslim Students' Association and National Hero of Indonesia. [1] Contents 1 Biography 2 Legacy 3 References 4 Works cited 5 Further reading Biography [ edit] Khamimmengungkapkan, Lafran Pane bisa memberikan contoh pada generasi mendatang. Bahwa, kata dia, ternyata kesederhanaan itu yang bisa menjadikan kehidupan memberikan janji untuk masa-masa yang akan datang. Salah satu cucu Prof Lafran Pane, Tofik, mengaku bangga dengan kiprah kakek yang berjuang demi memajukan bangsa Indonesia. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Liste de mots commençant par KATA Voici la liste de tous les mots français commençant par KATA groupés par nombre de lettres kata, kataf, katal, Katar, katas, katafs, katals, katana, katanas, Katanga. Il y a 66 mots qui commencent par KATA. Cliquez sur un mot commençant par KATA pour voir sa définition. → 1 mots de 4 lettres en kata kata → 4 mots de 5 lettres en kata kataf katal Katar katas → 3 mots de 6 lettres en kata katafs katals katana → 2 mots de 7 lettres en kata katanas Katanga → 2 mots de 8 lettres en kata katakana katakoua → 5 mots de 9 lettres en kata katakanas katakouas Katangais katangais katangite → 8 mots de 10 lettres en kata katajjaniq katakanisa katakanisé katakanise Katangaise katangaise katangaïte katangites → 11 mots de 11 lettres en kata katakanisai katakanisas katakanisât katakanisée katakaniser katakanisés katakanises katakanisez katangaises Katangaises katangaïtes → 8 mots de 12 lettres en kata katakanisais katakanisait katakanisant katakanisées katakanisent katakanisera katakanisiez katakanisons → 7 mots de 13 lettres en kata katakanisâmes katakanisasse katakanisâtes katakaniserai katakaniseras katakaniserez katakanisions → 9 mots de 14 lettres en kata katagélophobie katakanisaient katakanisasses katakaniserais katakaniserait katakanisèrent katakaniseriez katakaniserons katakaniseront → 4 mots de 15 lettres en kata katagélophobies katakanisassent katakanisassiez katakaniserions → 2 mots de 16 lettres en kata katakanisassions katakaniseraient Trop de mots ? Limiter aux formes du dictionnaire sans pluriels, féminins et verbes conjugués. Mots Avec est un moteur de recherche de mots correspondant à des contraintes présence ou absence de certaines lettres, commencement ou terminaison, nombre de lettres ou lettres à des positions précises. Il peut être utile pour tous les jeux de mots création ou solution de mots-croisés, mots-fléchés, pendu, Le Mot le Plus Long Des Chiffres et des Lettres, Scrabble, Boggle, Words With Friends etc. ainsi que pour la création littéraire recherche de rimes et d'alitérations pour la poésie, et de mots satisfaisants aux contraintes de l'Ouvroir de Littérature Potentielle OuLiPo telles que les lipogrammes, les pangrammes, les anagrammes, le monovocalisme et le monoconsonnantisme etc. Les mots et leurs définitions sont issus du dictionnaire francophone libre Wiktionnaire publié sous la licence libre Creative Commons attribution partage à l'identique. A noter le Wiktionnaire contient beaucoup plus de mots en particulier des noms propres que les autres dictionnaires francophones comme le dictionnaire Officiel du Scrabble ODS publié par Larousse environ 400 000 mots et formes fléchies noms et adjectifs au masculin et au féminin et au singulier et au pluriel, verbes conjugués dans l'ODS, et 1,3 million sur Mots Avec. Lafran Pane adalah salah satu tokoh pendiri Himpunan Mahasiswa Islam HMI pada tanggal 5 Februari 1947, yang mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah tahun 2017. Beliau dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Silsilah Keluarga Lafran Pane lahir di Padang Sidempuan, 5 Februari 1922. Menurut berbagai tulisan sebelumnya, disebutkan bahwa Lafran Pane lahir pada 12 April 1923 di Kampung Pangurabaan, Kecamatan Sipirok, sebuah kecamatan yang terletak di kaki Gunung Sibualbuali, 38 kilo meter ke arah utara dari "kota salak" Padang Sidempuan, ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Wafat pada tanggal 24 Januari 1991, orang akhirnya tahu, setelah kematiannya, Lafran ternyata lahir 5 Februari 1922, bukan 12 April 1922 seperti yang kerap ia gunakan dalam catatan resmi. Lafran Pane adalah anak keenam keluarga Sutan Pangurabaan Pane dari istrinya yang pertama, Lafran adalah bungsu dari enam bersaudara, yaitu Nyonya Tarib, Sanusi Pane, Armijn Pane, Nyonya Bahari Siregar, Nyonya Hanifiah, Lafran Pane, dan selain saudara kandung, ia juga memiliki dua orang saudara tiri dari perkawinan kedua ayahnya, yakni Nila Kusuma Pane dan Krisna Murti Pane. Ayah Lafran Pane adalah seorang guru sekaligus seniman Batak Mandailing di Muara Sipongi, Mandailing Natal. Keluarga Lafran Pane merupakan keluarga sastrawan dan seniman yang kebanyakan menulis novel, seperti kedua kakak kandungnya yaitu Sanusi Pane dan Armijn Pane yang juga merupakan sastrawan dan seniman. Sutan Pangurabaan Pane termasuk salah seorang pendiri Muhammadiyah di Sipirok pada 1921. Sedangkan Kakek Lafran Pane adalah seorang ulama Syekh Badurrahman Pane, maka pendidikan keagamaannya didapat sebelum memasuki bangku sekolah. Riwayat pendidikan Pendidikan sekolah Lafran Pane dimulai dari Pesantren Muhammadiyah Sipirok kini dilanjutkan oleh Pesantren Ahmad Dahlan di Kampung Setia dekat Desa Parsorminan Sipirok. Dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah Lafran Pane ini mengalami perpindahan sekolah yang sering kali dilakukan, hingga pada akhirnya Lafran Pane meneruskan sekolah di kelas 7 Tujuhdi HIS Muhammadiyah, menyambung hingga ke Taman Dewasa Raya Jakarta sampai pecah Perang Dunia II, pada saat itu ibu kota pindah ke Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Islam STI yang semula di Jakarta juga ikut pindah ke Yogyakarta. Wawasan dan intelektual Lafran berkembang saat proses perkuliahan yang membawa pengaruh pada diri Lafran Pane yang ditandai dengan semakin banyaknya buku-buku Islam yang ia baca. Sebelum tamat dari STI, Lafran pindah ke Akademi Ilmu Politik AIP pada April 1948 Universitas Gajah Mada UGM yang kemudian di Negerikan pada tahun 1949. Tercatat dlam sejarah Universitas Gajah Mada UGM, Lafran Pane termasuk salah satu mahasiswa yang pertama kali lulus mencapai gelar sarjana,yaitu tanggal 26 Januari 1953. Dengan sendirinya, Drs. Lafran Pane menjadi salah satu sarjana ilmu politik pertama di Indonesia, selanjutnya Lafran Pane lebih tertarik di lapangan pendidikan dan keluar dari Kementerian Luar Negeri dan masuk kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Riwayat Pekerjaan Direktur Kursus B I dan B II Negeri Yogyakarta yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, dan Kemudian menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Gajah Mada UGM. kemudian, Fakultas Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Gajah Mada UGM dengan Institut Pendidikan Guru IPG dilebur menjadi Institut Keguruan & Ilmu Pendidikan IKIP Yogyakarta, kini Universitas Negeri Yogyakarta UNY. Dosen Fakultas Ilmu Sosial FKIS IKIP Yogyakarta. Dosen Fakultas Sosial dan politik Universitas Gajah Mada UGM, dosen Universitas Islam Indonesia UII, dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dosen Akademi Tabligh Muhammadiyah ATM, Kemudian menjadi FIAD Muhammadiyah, kini Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta UMY. Pernah menjadi dosen IAIN Sunan Kalijaga Yogykarta sekarang Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta UIN, hingga terjadi peristiwa 10 Oktober 1963. Sepuluh tahun kemudian, atas permintaan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai tahun 1973 Prof. Drs. Lafran Pane mulai kembali mengajar di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Guru Besar Ilmu Tata Negara. Dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, sejak tanggal 1 Desember 1966, Lafran Pane dianggat menjadi guru besar profesor dalam mata kuliah Ilmu Tata Negara. Pendirian Himpunan Mahasiswa Islam HMI Lafran dikenal sebagai salah satu pendiri HMI pada 5 Februari 1947 yang ditetapkan lewat Kongres XI HMI di Bogor pada 1974. Perihal perannya dalam HMI, Kongres XI HMI tahun 1974 di Bogor menetapkan Lafran Pane sebagai pemrakarsanya berdirinya HMI dan disebut sebagai pendiri HMI. Selain dirinya, ada beberapa nama lain yang disebut sebagai pendiri HMI, antara lain Kartono Zarkasy Ambarawa, Dahlan Husein Palembang, Siti Zainah Palembang, Maisaroh Hilal cucu pendiri Muhammadiyah Dahlan, Singapura, Soewali Jember, Yusdi Gozali Semarang, juga pendiri PII, M. Anwar Malang, Hasan Basri Surakarta, Marwan Bengkulu, Tayeb Razak Jakarta, Toha Mashudi Malang, Bidron Hadi Kauman-Yogyakarta, Sulkarnaen Bengkulu, dan Mansyur. Lafran Pane sendiri menolak untuk dikatakan sebagai satu-satunya pendiri HMI. Karya-karya Lafran Pane Data-data tentang Lafran Pane tidak banyak berubah sejak 1947. Karya tulisnya pun terbatas. berikut ini merupakan judul karya-karya Lafran Pane dengan bentuk artikel bebasnya Keadaan dan Kemungkinan Kebudayaan Islam di Indonesia Wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR Kedudukan Dekret Presiden Kedudukan Presiden Kedudukan Luar Biasa Presiden Kedudukan Komite Nasional Indonesia Pusat KNIP Tujuan Negara Kembali ke Undang-undang Dasar 1945 Memurnikan Pelaksanaan Undang-undang Dasar 1945 Memurnikan Pelaksanaan Undang-undang Dasar 1945 Perubahan Konstitusional Menggugat Eksistensi HMI Penghargaan Presiden Joko Widodo secara resmi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Lafran Pane. Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tersebut melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Selain Lafran Pane, 3 tokoh lainnya mendapat anugerah yang sama sebagai Pahlawan Nasinal. Ketiga tokoh tersebut adalah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Nusa Tenggara Barat NTB, Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, dan Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau. Sumber

kata kata lafran pane